SAMARINDA, diskresi.co – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Samarinda memastikan kesiapan kontingennya menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur (Kaltim) 2026 yang dipusatkan di Kabupaten Paser. Sebanyak 1.219 atlet dari 64 cabang olahraga (cabor) disiapkan untuk berlaga dengan target mempertahankan gelar juara umum.
Ketua KONI Samarinda, H. Wahyudi, mengatakan berbagai kebutuhan kontingen, mulai dari transportasi hingga akomodasi, telah dipersiapkan agar menunjang keberangkatan atlet dan ofisial menuju lokasi pertandingan.
Menurutnya, pemberangkatan kontingen dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan jadwal pertandingan masing-masing cabang olahraga.
“Alhamdulillah, seluruh persiapan sudah kami lakukan, baik transportasi maupun akomodasi. Atlet dari cabang olahraga sepatu roda sudah lebih dahulu diberangkatkan. Saat ini juga sudah ada tiga pengurus KONI Samarinda yang berada di Paser, termasuk sekretaris umum,” ujar haji Yudi sapaan akrabnya.
Ia menjelaskan, pemberangkatan berikutnya dijadwalkan pada 7 November 2026 untuk cabang olahraga triathlon. Selanjutnya, atlet gulat akan bertolak menuju Paser pada 8 November 2026, bersamaan dengan keberangkatan tim sekretariat KONI Samarinda.
Secara keseluruhan, KONI Samarinda menyiapkan 1.219 atlet yang akan mengikuti pertandingan pada 64 cabang olahraga. Jumlah tersebut belum termasuk pelatih, ofisial, dan unsur pendukung kontingen.
“Total atlet yang kami berangkatkan sebanyak 1.219 orang dari 64 cabang olahraga. Kalau digabungkan dengan ofisial dan tim pendukung, jumlah keseluruhan kontingen kurang lebih mencapai 1.500 orang,” jelasnya.
Dirinya mengakui kebijakan efisiensi anggaran memberikan dampak cukup besar terhadap persiapan dan pembiayaan keikutsertaan kontingen Samarinda pada Porprov tahun ini.
Meski demikian, keterbatasan anggaran tersebut tidak menyurutkan semangat para atlet maupun pengurus cabang olahraga untuk memberikan hasil terbaik.
Ia menegaskan, target yang diberikan Wali Kota Samarinda tetap menjadi motivasi bagi seluruh kontingen untuk mempertahankan prestasi sebagai juara umum.
“Efisiensi anggaran tentu sangat berpengaruh terhadap kondisi yang kami hadapi. Namun, kami bersyukur seluruh cabang olahraga tetap bersemangat. Harapan kami tetap sama, yakni memenuhi target Wali Kota Samarinda untuk mempertahankan gelar juara umum,” tegasnya.
Selain mempersiapkan keberangkatan atlet ke Paser, KONI Samarinda juga memastikan kesiapan tujuh cabang olahraga yang akan menggelar pertandingan di Kota Samarinda.
Ketujuh cabang olahraga tersebut meliputi rugby, barongsai, golf, hoki, woodball, ski air, dan korfball.
Ia menyebut seluruh kebutuhan penyelenggaraan pertandingan di Samarinda telah dipersiapkan dan tinggal menunggu pelaksanaan sesuai jadwal yang ditetapkan.
“Untuk tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan di Samarinda, semuanya sudah siap. Tidak ada kendala berarti, tinggal pelaksanaannya saja. Salah satu yang akan memulai pertandingan adalah rugby pada 10 November,” ungkapnya.
Sementara itu, berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya dari pengurus KONI Samarinda di Kabupaten Paser, masih terdapat sejumlah fasilitas pertandingan yang dalam tahap penyelesaian.
Salah satunya adalah fasilitas cabang olahraga renang yang dilaporkan masih menjalani pekerjaan tahap akhir.
“Kalau di Samarinda tidak ada persoalan. Namun, berdasarkan laporan terakhir dari sekretaris umum yang berada di Paser, fasilitas untuk pertandingan renang masih dalam tahap finishing,” katanya.
Di sisi lain, Bendahara Umum KONI Samarinda menyampaikan optimisme terhadap kemampuan para atlet untuk kembali menyumbangkan medali emas bagi kontingen Kota Tepian.
Sejumlah cabang olahraga perorangan diproyeksikan tetap menjadi andalan dalam mendulang medali, di antaranya gulat, pencak silat, judo, dan renang.
Menurutnya, kesiapan atlet secara teknis tidak menjadi persoalan karena masing-masing cabang olahraga telah menjalankan program latihan secara berkelanjutan menjelang pelaksanaan Porprov.
“Kalau berbicara kesiapan atlet, sebenarnya tidak ada masalah. Mereka tetap menjalani latihan secara berkesinambungan di cabang olahraga masing-masing. Persoalan yang kami hadapi lebih kepada pembiayaan keikutsertaan dalam Porprov,” jelasnya.
Ia menilai para atlet Samarinda telah memahami tanggung jawab dan target yang harus dicapai dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Karena itu, pihaknya berharap seluruh cabang olahraga unggulan mampu mempertahankan performa terbaik ketika menghadapi persaingan dengan kontingen kabupaten dan kota lainnya.
“Cabang-cabang olahraga yang selama ini menjadi penyumbang medali emas bagi Samarinda sudah mempersiapkan diri. Kami optimistis mereka mampu tampil dengan performa terbaik untuk mempertahankan prestasi yang telah diraih,” ujarnya.
Terkait target perolehan medali, KONI Samarinda masih menjadikan hasil Porprov sebelumnya di Kabupaten Berau sebagai salah satu acuan untuk mengukur peluang prestasi tahun ini.
Meski belum merinci jumlah medali emas yang ditargetkan, pihaknya memperkirakan perolehan medali berpotensi mengalami fluktuasi sekitar 10 persen dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya.
“Kami masih menggunakan gambaran hasil Porprov di Berau sebagai acuan. Kemungkinan ada kenaikan atau penurunan sekitar 10 persen. Namun, melihat perkembangan performa atlet, kami yakin hasil sebelumnya masih bisa diulang,” katanya.
Optimisme tersebut juga didasarkan pada hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov yang dinilai menunjukkan perkembangan positif dari sejumlah cabang olahraga Samarinda.
Kendati demikian, KONI Samarinda tetap mewaspadai ketatnya persaingan antardaerah, termasuk potensi persoalan keabsahan atlet yang dapat memengaruhi jalannya pertandingan.
Bendahara Umum KONI Samarinda menyebut pengawasan terhadap keabsahan peserta perlu terus dilakukan agar seluruh atlet yang bertanding memenuhi ketentuan yang berlaku.
Ia mengungkapkan adanya kekhawatiran mengenai kemungkinan atlet dari luar daerah yang dapat lolos dalam proses verifikasi. Namun, hal tersebut tidak ingin dijadikan alasan bagi kontingen Samarinda untuk kehilangan fokus.
“Kami tetap memantau persoalan keabsahan atlet karena setiap Porprov selalu ada potensi permasalahan. Tetapi siapa pun lawan yang hadir, harus siap kami hadapi. Sebagai juara bertahan, atlet Samarinda harus mampu menunjukkan kualitasnya,” tegasnya.
Ia berharap persaingan pada Porprov Kaltim 2026 dapat menjadi sarana mengukur kemampuan sekaligus meningkatkan kualitas atlet Samarinda untuk menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.
Menurutnya, keberhasilan atlet menghadapi persaingan ketat di tingkat provinsi dapat menjadi modal penting dalam mempersiapkan diri menuju Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Kalau atlet kita mampu bersaing dan mengalahkan lawan-lawan berkualitas, tentu itu menjadi gambaran positif bagi prestasi mereka ke depan, termasuk saat menghadapi PON. Karena itu, kami ingin seluruh atlet tampil maksimal,” pungkasnya. (yud)









