Lempeng Pandawa Lima Sambut Jamaah Haul Guru Sekumpul di Rest Area Masjid Al Mujahidin Jaro

TABALONG, diskresi.co – Rest area Masjid Al Mujahidin di Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, kembali menjadi salah satu titik singgah penting bagi jamaah Haul Guru Sekumpul yang melintas menuju Martapura. Tidak hanya menyediakan minuman serta makanan ringan dan berat secara gratis, masyarakat setempat juga menyuguhkan kuliner khas daerah berupa lempeng isi nangka yang diberi nama Lempeng Pandawa Lima. Jumat (26/12/25).

Lempeng merupakan salah satu makanan tradisional khas Kalimantan Selatan yang terbuat dari adonan tepung dan dimasak dengan cara dipanggang. Di Jaro, lempeng tersebut diisi dengan nangka manis, kemudian disajikan hangat kepada jamaah. Pemberian nama Lempeng Pandawa Lima merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat setempat, sekaligus simbol kebersamaan dan semangat melayani para tamu yang melintas.

Panitia rest area Masjid Al Mujahidin menyebutkan, penyajian lempeng khas ini sengaja dilakukan agar jamaah Haul Guru Sekumpul dapat merasakan cita rasa kuliner lokal selama perjalanan jauh. Selain menjadi pelepas lapar, hidangan tersebut diharapkan memberi kesan hangat dan mempererat silaturahmi antara warga Jaro dan para jamaah.

Setiap tahun, masyarakat sekitar masjid secara swadaya membentuk panitia untuk mengelola rest area musiman ini. Kegiatan tersebut sudah menjadi tradisi yang terus dijaga, khususnya saat perhelatan Haul Guru Sekumpul yang menarik ribuan jamaah dari berbagai daerah di Kalimantan.

Tak hanya lempeng, panitia juga menyediakan aneka minuman, makanan ringan, hingga makanan berat yang dapat dinikmati jamaah secara cuma-cuma. Seluruh konsumsi yang disajikan berasal dari sumbangan warga di beberapa RT sekitar Masjid Al Mujahidin. Warga bergotong royong, mulai dari menyiapkan bahan makanan, memasak, hingga melayani jamaah yang singgah untuk beristirahat.

Keberadaan rest area ini dinilai sangat membantu jamaah, terutama mereka yang menempuh perjalanan panjang dan membutuhkan waktu rehat sebelum melanjutkan perjalanan. Selain sebagai tempat istirahat, masjid juga menjadi ruang interaksi sosial antara jamaah dan masyarakat setempat.

Masjid Al Mujahidin Jaro tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pelayanan sosial dan budaya. Tradisi menyuguhkan Lempeng Pandawa Lima pun menjadi simbol keramahan warga Jaro menyambut jamaah Haul Guru Sekumpul yang melintas di wilayah mereka. (yud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *