PASER, diskresi.co – Masjid Besar Al Jihad di Kecamatan Kuaro, Kabupaten Paser, kembali menjadi salah satu titik persinggahan paling strategis bagi jamaah yang melakukan perjalanan menuju perhelatan Haul Guru Sekumpul di Martapura, Kalimantan Selatan. Letaknya yang berada di jalur utama penghubung Samarinda-Martapura menjadikan masjid ini sebagai tempat singgah favorit, terutama bagi rombongan jamaah dari wilayah Kalimantan Timur. Jumat (26/12/25).
Keunggulan masjid ini tidak hanya terletak pada posisinya yang berada di tengah lintasan perjalanan, tetapi juga didukung fasilitas yang memadai. Area parkir yang luas memungkinkan ratusan kendaraan, mulai dari mobil pribadi, bus, hingga sepeda motor, termasuk rombongan vespa berhenti secara bersamaan tanpa menimbulkan kepadatan berarti. Kondisi ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi jamaah yang membutuhkan waktu istirahat sebelum melanjutkan perjalanan panjang.
Selain fasilitas fisik, panitia Masjid Besar Al Jihad Kuaro juga menyiapkan layanan konsumsi gratis bagi para musafir. Berbagai minuman, makanan ringan, hingga makanan berat disediakan dan dibagikan secara cuma-cuma. Tradisi berbagi ini telah berlangsung dari tahun ke tahun setiap kali haul Guru Sekumpul berlangsung, sebagai wujud pelayanan dan penghormatan kepada para jamaah yang menempuh perjalanan jauh.
Pengurus masjid menyebutkan, penyediaan konsumsi gratis ini merupakan hasil gotong royong jamaah dan masyarakat sekitar. Mereka secara sukarela menyumbangkan tenaga, bahan makanan, hingga dana agar para jamaah dapat singgah dengan tenang dan melanjutkan perjalanan dalam kondisi prima.
Salah seorang jamaah asal Samarinda, Mundi Martani, mengaku sangat terbantu dengan keberadaan rest area gratis di sepanjang rute menuju Martapura, khususnya di Kuaro. Ia menuturkan, hampir setiap tahun dirinya berangkat mengikuti haul dan kerap singgah di titik-titik persinggahan serupa.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Dari Penajam Paser Utara sampai Kuaro ini sudah banyak rest area gratis. Kami biasanya berangkat rame-rame pakai vespa dari Samarinda. Singgah di sini bisa istirahat, makan, minum, lalu lanjut lagi,” ujar Mundi.
Ia berharap, tradisi pelayanan kepada jamaah seperti ini terus dipertahankan dan ditingkatkan. Menurutnya, keberadaan rest area berbasis masjid tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga mempererat ukhuwah antarumat.
“Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan, karena ini sudah jadi tradisi yang baik dan penuh berkah,” tambahnya. (yud)

