SAMARINDA – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kalimantan Timur mengajak generasi muda untuk semakin aktif terlibat dalam dunia politik. Dorongan ini disampaikan sebagai upaya memperkuat partisipasi anak muda dalam menentukan arah pembangunan daerah maupun nasional menjelang tahapan Pemilu mendatang.
Ketua DPW PSI Kaltim, Andi Wijaya, mengatakan sejak awal berdiri PSI membuka ruang seluas-luasnya bagi anak muda untuk berorganisasi, menyampaikan gagasan, hingga terlibat dalam proses pengambilan keputusan politik.
Ia menegaskan bahwa politik tidak dapat dipisahkan dari kehidupan generasi muda karena berbagai kebijakan yang dihasilkan akan berdampak langsung terhadap masa depan mereka, mulai dari pendidikan, lapangan kerja, ekonomi kreatif, hingga pembangunan daerah.
“PSI ini kami posisikan sebagai rumah besar bagi anak-anak muda yang punya semangat perubahan, integritas, dan kepedulian terhadap masa depan bangsa. Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi siapa saja yang ingin ikut berkontribusi membangun Indonesia, khususnya Kalimantan Timur,” ujar Andi, Sabtu (20/6/26).
Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam politik menjadi hal penting untuk melahirkan kebijakan yang lebih inovatif dan adaptif terhadap perkembangan zaman, terutama di era digital yang terus bergerak cepat.
Ia menambahkan, semakin besar partisipasi generasi muda dalam politik, semakin terbuka peluang lahirnya kebijakan yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat serta relevan dengan perkembangan teknologi.
Selain mendorong partisipasi politik generasi muda, Andi juga menyoroti pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur yang dinilai membuka banyak peluang bagi masyarakat daerah, khususnya kalangan muda.
Ia menyebut pembangunan IKN sebagai momentum penting yang dapat mendorong pemerataan pembangunan sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di Kaltim.
“IKN bukan sekadar perpindahan pusat pemerintahan, tetapi juga simbol pemerataan pembangunan Indonesia. Ini menjadi peluang besar bagi masyarakat Kaltim untuk berkembang, baik di sektor ekonomi, investasi, pendidikan, maupun peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Andi menilai peluang yang muncul dari pembangunan IKN harus direspons dengan peningkatan kapasitas dan kompetensi masyarakat, agar warga lokal tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga pelaku utama dalam proses pembangunan.
Karena itu, PSI Kaltim berkomitmen menyiapkan kader-kader muda yang dinilai mampu berperan aktif dalam mengawal pembangunan sekaligus memberikan kontribusi bagi kemajuan daerah.
Di sisi lain, PSI Kaltim juga mulai mempersiapkan konsolidasi organisasi yang akan melibatkan seluruh struktur dari tingkat wilayah hingga kabupaten dan kota.
Konsolidasi tersebut, lanjut Andi, bertujuan memperkuat soliditas internal partai, menyusun strategi menghadapi agenda politik nasional, serta menyatukan langkah seluruh kader menjelang Pemilu.
Ia menambahkan, agenda itu juga akan dimanfaatkan untuk memperluas rekrutmen anggota baru dari berbagai kalangan, seperti mahasiswa, komunitas kreatif, pelaku usaha, hingga masyarakat umum yang memiliki ketertarikan di dunia politik.
“Kami ingin memastikan seluruh struktur bergerak dengan visi yang sama dalam menghadapi Pemilu,” kata Andi.
Melalui konsolidasi tersebut, PSI Kaltim berharap keterlibatan generasi muda dalam politik semakin meningkat seiring dengan kebutuhan akan energi baru dalam pembangunan.
“Momentum konsolidasi ini juga kami harapkan bisa menjadi pintu masuk bagi lebih banyak anak muda untuk bergabung. Politik ke depan membutuhkan energi, kreativitas, dan keberanian dari generasi muda,” pungkasnya. (*/yud)

