KUTAI BARAT, diskresi.co – Polres Kutai Barat memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan insan pers sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus memastikan informasi yang diterima publik tetap akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
Upaya tersebut dibahas pada pertemuan Kapolres Kutai Barat AKBP Haris Kurniawan bersama jajaran pejabat utama Polres Kutai Barat dengan Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kutai Barat di Cafe 147, Kelurahan Barong Tongkok, Kecamatan Barong Tongkok, Selasa (22/9/26).
Pertemuan itu menjadi ruang komunikasi antara kepolisian dan wartawan, terutama dalam menyikapi berbagai peristiwa maupun isu yang berkembang di tengah masyarakat.
Kapolres Kutai Barat menilai peran media tidak dapat dipisahkan dari upaya menciptakan situasi daerah yang aman dan kondusif. Karena itu, komunikasi antara kepolisian dan wartawan perlu terus dibangun secara terbuka, terutama dalam memastikan kebenaran informasi sebelum disampaikan kepada masyarakat.
Menurutnya, informasi mengenai peristiwa atau persoalan yang berkaitan dengan kepolisian perlu melalui proses konfirmasi dan verifikasi agar tidak menimbulkan kesimpangsiuran di ruang publik.
Agar memudahkan proses tersebut, Polres Kutai Barat membuka jalur konfirmasi informasi kepolisian melalui Kasi Humas Polres Kutai Barat sebagai pintu komunikasi resmi bagi media.
Pada pertemuan itu, Kapolres juga menegaskan kepolisian tetap menghormati independensi dan kebebasan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.
“Kami menghormati independensi pers dalam menjalankan tugas jurnalistik. Namun, setiap informasi yang disampaikan kepada publik tentu diharapkan tetap berimbang, bijak, serta didukung data yang telah diverifikasi,” ujarnya.
Perkembangan teknologi informasi, termasuk masifnya penggunaan media sosial dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), turut menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Kondisi itu dinilai membuat kolaborasi kepolisian dan media semakin diperlukan, terutama agar mencegah penyebaran informasi bohong atau hoaks.
Sinergi tersebut juga diharapkan dapat mendorong penyampaian informasi yang tidak hanya cepat, tetapi juga akurat, edukatif dan bertanggung jawab kepada masyarakat.
Sementara itu, wartawan yang hadir berharap hubungan dengan Polres Kutai Barat dapat terus dibangun secara terbuka dan tanpa membedakan organisasi maupun media. Ruang komunikasi yang berkelanjutan juga dinilai diperlukan, baik melalui forum resmi maupun pertemuan informal.
Silaturahmi tersebut diharapkan memperkuat hubungan antara kepolisian dan insan pers di Kutai Barat. Kemitraan yang terbangun juga diharapkan dapat mendukung terciptanya situasi daerah yang kondusif sekaligus menghadirkan informasi yang akurat bagi masyarakat. (juls)





















