SAMARINDA, diskresi.co – Jaringan alumni Universitas Mulawarman (Unmul) didorong mengambil peran lebih besar dalam menyuarakan kepentingan Kalimantan Timur, termasuk memperjuangkan hak daerah terkait dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
Harapan itu disampaikan Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji saat menghadiri pelantikan pengurus Ikatan Keluarga Alumni Universitas Mulawarman (IKA Unmul) periode 2026-2031 di GOR 27 September Unmul.
Kepengurusan baru yang dipimpin Agus Suwandy tersebut dihuni alumni dengan beragam latar belakang, mulai dari legislatif, eksekutif, yudikatif hingga kalangan profesional. Komposisi itu dinilai menjadi modal bagi IKA Unmul agar memperluas kontribusinya bagi almamater maupun pembangunan daerah.
“Kami berharap IKA Unmul ke depan semakin kompak dan solid, serta dapat ikut berkontribusi membawa Kalimantan Timur semakin maju, sukses dan gemilang,” ujar Seno, Rabu (23/9/26).
Menurutnya, kepengurusan IKA Unmul kali ini memiliki kekuatan karena dihuni alumni dari berbagai bidang. Di dalamnya terdapat figur yang berkiprah di legislatif, eksekutif, yudikatif hingga kalangan profesional.
Keberagaman tersebut, membuat setiap pengurus dapat mengambil peran sesuai kapasitas dan bidang masing-masing. Ia mengibaratkannya seperti sebuah tim sepak bola yang membutuhkan pemain dengan fungsi berbeda untuk mencapai tujuan bersama.
“Dalam sepak bola ada striker, pemain belakang dan penjaga gawang. Saya melihat komposisi pengurus IKA Unmul juga seperti itu. Banyak tokoh Kalimantan Timur di dalamnya yang memiliki kemampuan menjalankan perannya masing-masing,” ungkapnya.
Ia turut menyinggung sejumlah nama yang pernah memimpin IKA Unmul, mulai dari Herlan Agus Salim, Ahmad Hamidi, Isran Noor hingga kepemimpinan saat ini yang dipegang Agus Suwandy.
Menurutnya, keterlibatan berbagai figur dari kalangan politik maupun profesional menjadi modal bagi organisasi alumni agar memperluas kontribusinya, baik kepada almamater maupun Kalimantan Timur.
Ia juga mengungkapkan dirinya kini menjadi bagian dari keluarga alumni Unmul setelah menyelesaikan pendidikan doktoral Ilmu Lingkungan. Ia baru mengikuti prosesi wisuda dan menyebut berada dalam satu angkatan bersama Sarwono.
Pada konteks pembangunan daerah, ia berharap jaringan IKA Unmul dapat ikut memperjuangkan kepentingan Kalimantan Timur di tingkat nasional. Salah satu isu yang disorot adalah pembagian dana bagi hasil (DBH) dari pemerintah pusat.
“Kami berharap IKA Unmul juga dapat membantu Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dalam memperjuangkan kembali hak daerah, terutama berkaitan dengan dana bagi hasil,” ucapnya.
Ia menilai Kaltim selama ini memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara. Karena itu, aspirasi dan kepentingan daerah perlu terus disampaikan melalui berbagai saluran yang sesuai dengan ketentuan.
“Yang terpenting adalah bagaimana kepentingan yang baik bagi masyarakat Kalimantan Timur bisa terus kita suarakan agar manfaatnya kembali kepada daerah,” pungkasnya.
Tak hanya menyangkut pembangunan daerah, ia menilai IKA Unmul memiliki posisi strategis dalam mendukung perkembangan almamater. Terlebih, Universitas Mulawarman saat ini telah menyandang status akreditasi unggul.
Jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor dinilai dapat menjadi kekuatan agar memperluas jejaring sekaligus meningkatkan reputasi Unmul. Ia berharap semakin banyak alumni yang berkiprah di tingkat nasional, termasuk di kementerian, DPR RI serta berbagai lembaga dan institusi lainnya.
“IKA Unmul bisa menjadi salah satu pemicu agar Universitas Mulawarman semakin berkembang dan menjadi salah satu universitas favorit di Indonesia,” katanya.
Karena itu, ia menantikan program dan langkah konkret kepengurusan baru IKA Unmul selama lima tahun mendatang. Organisasi alumni diharapkan tidak hanya aktif secara internal, tetapi juga memberikan manfaat bagi kampus dan masyarakat.
“Kita menunggu gerakan-gerakan IKA Unmul ke depan agar dapat memberikan perhatian dan kontribusi yang semakin baik bagi masyarakat Kalimantan Timur,” tutur Seno.
Dirinya berharap kepengurusan periode 2026-2031 mampu menerjemahkan besarnya jaringan alumni menjadi program dan kontribusi konkret, baik agar pengembangan Universitas Mulawarman maupun kepentingan masyarakat Kaltim.
Pada kepengurusan baru tersebut, Agus Suwandy dipercaya sebagai Ketua Umum IKA Unmul. Rusman Ya’qub menduduki posisi Ketua Harian, sementara Wahyudi Manaf menjabat Sekretaris Jenderal.
Adapun posisi Bendahara Umum dipegang Siswati Andaswari dan Ferry Kurniawan dipercaya sebagai Wakil Bendahara Umum.
Dengan alumni yang tersebar di berbagai bidang dan institusi, kepengurusan baru IKA Unmul kini menghadapi tantangan agar mengoptimalkan jejaring tersebut. Tidak hanya untuk memperkuat posisi almamater di tingkat nasional, tetapi juga menjadi salah satu kanal yang menyuarakan kepentingan pembangunan Kalimantan Timur. (yud)




















