KUTIM, diskresi.co – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terus membenahi pengelolaan sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Batota. Pembenahan dilakukan melalui penguatan sarana operasional sekaligus penataan proses pengolahan timbunan sampah.
Plt Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLH Kutim, Jurianto, mengatakan kebutuhan peralatan menjadi salah satu bagian yang diperhatikan untuk mendukung aktivitas di TPA.
“Peralatan yang dibutuhkan itu seperti compactor, bulldozer, sampai excavator. Ini untuk menunjang kegiatan pengelolaan dan penataan sampah di TPA,” kata Jurianto, Kamis (24/9/2026).
Selain sarana pendukung, pengelolaan timbunan sampah juga mulai dilakukan dengan sistem sanitary landfill. Sampah yang telah dibuang kemudian ditutup secara berkala menggunakan tanah uruk atau material overburden (OB).
“Dulunya menggunakan sistem open dumping, sekarang sudah diubah dengan cara sanitary landfill. Jadi setelah sampah dibuang, paling tidak dalam satu minggu kita tutup lagi dengan tanah uruk atau OB,” ujarnya.
Penataan tersebut juga dibarengi perhatian terhadap pengelolaan air lindi melalui instalasi pengolahan air limbah (IPAL). Sementara untuk pengelolaan gas metana, DLH Kutim tengah berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kutim.
“Termasuk pengelolaan gas metan yang sekarang dalam proses dan berprogres bekerja sama dengan PUPR Kabupaten Kutai Timur,” katanya.
Jurianto menambahkan, pembenahan TPA Batota dilakukan secara bertahap agar sistem pengelolaan sampah semakin tertata.
“Oenguatan fasilitas dan pengendalian terhadap timbunan maupun limbah yang dihasilkan diharapkan dapat mendukung penanganan sampah di Kutim secara berkelanjutan,” tandasnya.(adv/Kutim/ar)





















