KUTIM, diskresi.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong pengembangan sektor ekonomi di luar pertambangan untuk memperkuat struktur perekonomian daerah.
Hilirisasi, pengembangan industri pengolahan, serta penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi bagian penting dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menilai, potensi sumber daya daerah perlu dikembangkan agar memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat. Menurutnya, ketergantungan pada pertambangan perlu diimbangi dengan pengembangan sektor usaha lain yang mampu menciptakan peluang ekonomi.
“Potensi sumber daya yang dimiliki Kutai Timur perlu dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah lebih besar bagi perekonomian masyarakat,” ucapnya, Senin (12/10/26).
Dominasi sektor pertambangan dan penggalian masih menjadi tantangan bagi Kutim untuk membangun struktur ekonomi yang lebih beragam. Pengembangan industri pengolahan dinilai dapat menjadi salah satu jalan untuk memperluas kegiatan usaha sekaligus mendorong tumbuhnya sektor pendukung.
Berdasarkan data yang disampaikan Ardiansyah, industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan positif. Perkembangan tersebut membuka peluang untuk meningkatkan pengolahan sumber daya di dalam daerah.
“Hilirisasi menjadi salah satu langkah penting untuk memperbesar manfaat sumber daya daerah. Pengolahan di dalam daerah dapat menciptakan nilai tambah melalui proses produksi,” menjadi inti keterangan yang disampaikan dalam narasi.
Selain industri pengolahan, Ardiansyah juga menekankan pentingnya penguatan UMKM dan ekonomi desa. Pelaku usaha lokal perlu mendapat kesempatan untuk terlibat dalam rantai kegiatan ekonomi, termasuk melalui penyediaan barang dan jasa bagi sektor produktif.
“Penguatan usaha lokal diperlukan agar perputaran ekonomi tidak hanya terpusat pada kegiatan usaha berskala besar, tetapi juga membuka peluang bagi masyarakat,” demikian rangkuman substansi narasi yang diberikan.
Pengembangan ekonomi yang lebih beragam turut membutuhkan dukungan investasi, kesiapan tenaga kerja, serta kemampuan pelaku usaha lokal menangkap peluang pasar.
“Melalui penguatan industri pengolahan, hilirisasi, dan UMKM, Pemkab Kutim berupaya memperluas basis ekonomi daerah agar tidak hanya bergantung pada sektor pertambangan,” tandasnya.(adv/diskominfo/ar)











