KUTIM, diskresi.co – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) meningkat dari 75,90 pada 2024 menjadi 76,48 pada 2025. Kenaikan ini menunjukkan perkembangan indikator pembangunan manusia, tetapi pemerataan akses pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan tetap menjadi tantangan dalam pembangunan daerah.
Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman menekankan bahwa pembangunan daerah perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Pertumbuhan ekonomi, menurut arah kebijakan yang disampaikan, perlu diikuti peningkatan akses masyarakat terhadap layanan dasar.
“Peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam pembangunan daerah,” katanya, senin (12/10/16).
IPM mengukur pembangunan manusia melalui dimensi kesehatan, pendidikan, dan standar hidup. Karena itu, peningkatan indeks perlu diikuti perbaikan layanan yang dapat dirasakan masyarakat, termasuk mereka yang tinggal jauh dari pusat pemerintahan.
Ardiansyah juga menempatkan pemerataan sebagai bagian penting dari pembangunan. Ketersediaan sekolah, fasilitas kesehatan, tenaga pelayanan, dan infrastruktur pendukung turut menentukan kesempatan masyarakat memperoleh layanan yang memadai.
“Pembangunan tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga perlu memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan dasar dan kesempatan meningkatkan kemampuan,” tuturnya.
Selain akses layanan, peningkatan keterampilan tenaga kerja juga menjadi perhatian. Perubahan kebutuhan dunia usaha dan industri menuntut masyarakat memiliki kemampuan yang sesuai agar dapat mengambil bagian dalam peluang ekonomi.
“Kualitas pendidikan dan kesehatan perlu berjalan beriringan dengan pembukaan kesempatan kerja,” ujarnya.
Ke depan, tantangan Kutim tidak hanya mempertahankan peningkatan IPM, tetapi juga memastikan kemajuan tersebut dirasakan secara lebih merata. Evaluasi berdasarkan kebutuhan masing-masing wilayah diperlukan agar program pembangunan lebih tepat sasaran.
“Capaian pembangunan manusia perlu didukung perbaikan layanan dasar dan penguatan kapasitas penduduk secara berkelanjutan,” tandasnya.(adv/diskominfo/ar)











