KUTIM, diskresi.co – Pelestarian kebudayaan menjadi salah satu ikon dalam 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim) hingga 2029. Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, Trisno, menegaskan upaya menjaga warisan budaya daerah telah menjadi bagian dari arah kebijakan pemerintah, bukan sekadar kegiatan rutin.
“Ini sudah masuk di dalam 50 program Bupati dan Wakil Bupati sampai 2029,” ujar Trisno, Selasa (13/10/26).
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tersebut turut tercantum dalam rencana kerja Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pariwisata Kutim. Kedua organisasi perangkat daerah (OPD) itu menjalankan peran sesuai kewenangan masing-masing untuk mendukung pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal.
“Sudah masuk di dalam rencana kerja baik Dinas Pendidikan Kebudayaan maupun Dinas Pariwisata dan sudah masuk itu sampai di 2029,” katanya.
Menurut Trisno, pelestarian budaya tidak cukup hanya dengan menjaga tradisi yang masih dijalankan masyarakat. Pendataan sejarah, perawatan peninggalan, dan pengembangan kebudayaan juga diperlukan agar warisan daerah tetap terjaga serta menjadi bagian dari identitas masyarakat Kutim.
Dalam pelaksanaannya, pemerintah daerah membutuhkan dukungan majelis dan lembaga adat untuk membantu mengidentifikasi sejarah serta peninggalan budaya yang masih tersimpan dalam pengetahuan masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan dapat menjangkau tradisi yang masih berlangsung maupun peninggalan bersejarah yang perlu dirawat dan didokumentasikan.
Trisno kembali menegaskan posisi pelestarian budaya dalam program kepala daerah hingga 2029.
“Bukan program normatif. Itu masuk di dalam salah satu ikon dari 50 program Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur sampai 2029,” tegasnya.
Melalui program tersebut, pelestarian budaya diharapkan berjalan berkelanjutan melalui perencanaan kerja perangkat daerah dan keterlibatan masyarakat adat.
“Upaya ini sekaligus diarahkan untuk menjaga warisan sejarah serta mempertahankan identitas budaya Kutim agar tetap dikenal oleh generasi mendatang,” tandasnya.(adv/diskominfo/ar)











