KUTIM, diskresi.co – Informasi mengenai hasil kerja dan manfaat program pemerintah daerah perlu mendapat porsi lebih besar dalam pemberitaan media. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong peliputan yang menggali substansi program agar masyarakat mengetahui dampak kegiatan pemerintah, bukan sekadar agenda seremonial.
Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik, dan Kehumasan (IKP) Diskominfo Staper Kutim, Aji Nazaruddin, mengatakan pemberitaan kegiatan pemerintah sebaiknya mengulas lebih jauh program yang dijalankan organisasi perangkat daerah (OPD).
Dengan begitu, informasi yang diterima masyarakat tidak hanya berkaitan dengan kehadiran pejabat atau pembukaan acara.
“Pemberitaan itu jangan hanya semacam seremonial saja. Lebih baik ke inti daripada program kerja pemerintah,” ujar Aji, Rabu (14/10/2026).
Ia mencontohkan peliputan di sektor pertanian. Pemberitaan mengenai penyerahan bantuan kepada petani, misalnya, dapat dikembangkan dengan menjelaskan jenis bantuan yang diberikan, seperti bibit, peralatan pertanian, hingga pembangunan akses jalan penunjang aktivitas usaha tani.
Menurut Aji, informasi terperinci tersebut membantu masyarakat memahami bentuk dukungan pemerintah sekaligus mengetahui pelaksanaan program di lapangan. Media memiliki ruang untuk menggali informasi mengenai kegiatan dan hasil kerja setiap OPD agar manfaatnya dapat tersampaikan secara lebih jelas.
Untuk mendukung penyebaran informasi lintas sektor, Diskominfo Staper Kutim telah mengatur pembagian peliputan media berdasarkan bidang tertentu, termasuk pertanian dan pendidikan. Skema tersebut diharapkan membuat program dari berbagai perangkat daerah memperoleh perhatian dalam pemberitaan.
“Harapan kita, program dan kegiatan yang di dinas itu dapat diinformasikan ke masyarakat,” katanya.
Melalui pola peliputan yang lebih berorientasi pada substansi, Diskominfo berharap masyarakat memperoleh gambaran lebih lengkap mengenai program pemerintah Kabupaten Kutim.
“Pemberitaan pun diharapkan tidak berhenti pada laporan kegiatan, tetapi turut menjelaskan pekerjaan yang dilakukan, bentuk program, serta manfaatnya bagi masyarakat,” tandasnya.(adv/diskominfo/ar)











