SENDAWAR, diskresi.co – Polsek Melak, Polres Kutai Barat, mengecek kesiapan sarana pemantauan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) milik PT KSD di Kampung Tondoh, Kecamatan Mook Manaar Bulatn, Kutai Barat, Jumat (11/9/26).
Pengecekan dilakukan agar memastikan fasilitas deteksi dini kebakaran dapat berfungsi optimal, terutama di tengah kondisi cuaca yang meningkatkan risiko munculnya titik api.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 Wita tersebut dipimpin Ps Kapolsek Melak Iptu Rinto C. Simanjuntak bersama sejumlah personel dan manajemen PT KSD.
Sebanyak 17 menara pantau api milik perusahaan menjadi sasaran pemeriksaan. Selain mengecek kondisi dan fungsi fasilitas, petugas melakukan pemantauan langsung dari menara untuk melihat kondisi kawasan di sekitarnya.
Ia mengatakan, keberadaan menara pantau memiliki peran penting dalam mendeteksi kemunculan api lebih awal. Dengan deteksi cepat, upaya penanganan dapat dilakukan sebelum kebakaran meluas.
“Pemantauan harus dilakukan secara berkala. Jika ada indikasi munculnya titik api, keberadaannya bisa diketahui lebih awal sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum api berkembang lebih luas,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Perusahaan dan masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kawasan serta menghindari aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran.
Polsek Melak pun mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, terutama ketika kondisi cuaca meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Selain memeriksa fasilitas pemantauan, kepolisian akan melanjutkan langkah pencegahan melalui patroli di wilayah rawan, pemantauan potensi titik api dan edukasi kepada masyarakat.
Koordinasi dengan perusahaan dan warga juga akan diperkuat sebagai bagian dari upaya mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan di wilayah hukum Polsek Melak. (jls)





















