NUNUKAN, diskresi co – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan memperkuat upaya membangun ketahanan keluarga dengan mendorong keterlibatan para ayah dalam proses pendidikan anak. Langkah tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak (GEMAR) dan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) Tahun 2026.
Kebijakan itu dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Nunukan Nomor B/524/DINKES P2KB-100.3.4/VI/2026 yang diterbitkan pada 15 Juni 2026. Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut atas surat Kepala BKKBN Kalimantan Timur mengenai fasilitasi pelaksanaan program GEMAR dan GAMAS.
Bupati Nunukan H. Irwan Sabri menegaskan, kehadiran ayah dalam pendidikan anak memiliki peran strategis agar memperkuat ketahanan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Pada surat edarannya, Irwan mengajak seluruh ayah di Kabupaten Nunukan agar mengambil peran lebih besar dalam mendampingi proses pendidikan dan pengasuhan anak melalui dua gerakan tersebut. Menurutnya, partisipasi aktif ayah menjadi salah satu langkah penting untuk membangun keluarga yang lebih kuat serta mencetak generasi yang berkualitas.
Program GEMAR mengajak ayah atau wali ayah datang langsung ke sekolah agar mengambil rapor anak, sedangkan GAMAS mendorong para ayah mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah. Pelaksanaan kedua program tersebut akan menyesuaikan dengan jadwal yang ditetapkan masing-masing satuan pendidikan.
Irwan menilai keterlibatan ayah pada momen penting pendidikan mampu memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan anak.
“Partisipasi ayah saat mengambil rapor maupun mengantar anak pada hari pertama sekolah merupakan bentuk dukungan nyata. Kehadiran itu diyakini dapat meningkatkan semangat belajar sekaligus berdampak baik terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Program GEMAR dan GAMAS akan diterapkan di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah.
Melalui kebijakan tersebut, Pemkab Nunukan berharap semakin banyak ayah yang berpartisipasi aktif dalam mendukung pendidikan anak sesuai jadwal sekolah masing-masing.
Irwan menambahkan, keterlibatan ayah tidak hanya mempererat hubungan dalam keluarga, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang berkualitas, berkarakter, dan memiliki daya saing di masa depan. (fad)




















