TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya kepada pihak-pihak yang mengaku dapat meloloskan calon peserta didik dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Imbauan tersebut disampaikan menyusul diterapkannya sistem seleksi yang dirancang untuk memperkecil peluang terjadinya kecurangan maupun praktik percaloan.
Kepala Disdik Kota Tarakan, Tamrin Toha, mengatakan seluruh proses pendaftaran telah menggunakan sistem terintegrasi yang dilengkapi mekanisme penguncian otomatis terhadap data jarak domisili calon peserta didik. Dengan mekanisme tersebut, peluang manipulasi alamat pada jalur domisili dapat diminimalkan.
Menurutnya, seluruh tahapan seleksi sudah diatur melalui sistem sehingga masyarakat tidak perlu mempercayai pihak mana pun yang menawarkan bantuan agar siswa diterima di sekolah tertentu.
“Seluruh mekanisme seleksi sudah berjalan melalui sistem yang telah ditetapkan. Karena itu, masyarakat tidak perlu percaya kepada siapa pun yang menjanjikan bisa meluluskan siswa ke sekolah tertentu,” ujar Tamrin, Kamis (18/6/26).
Ia menjelaskan, selain jalur domisili, SPMB juga menyediakan jalur afirmasi, mutasi, dan prestasi. Khusus jalur prestasi, terdapat penyesuaian dibandingkan tahun sebelumnya karena hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) kini menjadi salah satu komponen utama dalam proses penilaian.
“Jalur yang tersedia meliputi domisili, afirmasi, mutasi, dan prestasi. Untuk jalur prestasi, ada penyesuaian aturan karena hasil Tes Kemampuan Akademik sekarang menjadi salah satu unsur penting dalam proses seleksi,” katanya.
Tamrin berharap seluruh orang tua dan calon peserta didik mengikuti seluruh tahapan pendaftaran sesuai ketentuan yang berlaku tanpa mencari jalan pintas melalui jasa perantara maupun oknum tertentu. Menurutnya, keberhasilan penyelenggaraan SPMB yang bersih memerlukan dukungan seluruh masyarakat agar setiap calon peserta didik memperoleh kesempatan yang sama.
Dukungan terhadap penerapan sistem tersebut juga disampaikan warga Tarakan Barat, Nurhayati. Ia menilai sistem yang semakin transparan membuat orang tua lebih yakin terhadap proses penerimaan murid baru.
“Kalau seluruh proses memang sudah berjalan melalui sistem, kami sebagai orang tua tentu merasa lebih tenang. Yang penting pelaksanaannya terbuka sehingga tidak ada pihak yang bisa bermain di belakang,” ujarnya.
Pendapat serupa disampaikan Rahman, warga Tarakan Tengah. Ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergoda oleh janji pihak-pihak yang mengklaim mampu membantu meloloskan siswa ke sekolah tertentu.
“Di era digital seperti sekarang, masyarakat sebaiknya mengikuti prosedur yang telah ditentukan. Jangan mudah tergiur janji oknum karena pada akhirnya justru bisa merugikan,” katanya.
Ia juga meyakini sistem yang telah diterapkan akan membuat proses seleksi lebih objektif sehingga peluang kelulusan ditentukan berdasarkan aturan yang berlaku, bukan melalui campur tangan pihak tertentu. (fad)

