Pemkab Malinau Perkuat Peran Pustu, Fokus Tingkatkan Layanan Kesehatan hingga Pelosok Desa

MALINAU – Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat layanan kesehatan dasar di tingkat desa melalui penguatan peran Puskesmas Pembantu (Pustu). Upaya tersebut menjadi salah satu fokus dalam Rapat Koordinasi Pustu Tahun 2026 yang membahas peningkatan kapasitas tenaga kesehatan hingga penguatan layanan di wilayah pedalaman dan terpencil.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau itu berlangsung di ruang pertemuan Laga Feratu, Kantor Bupati Malinau, Senin (8/6/26) pagi, dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Malinau, Dr. Ernes Silvanus.

Ernes menegaskan bahwa Pustu memiliki peran penting sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat di tingkat desa. Menurutnya, optimalisasi layanan di Pustu dapat mempercepat penanganan kasus kesehatan sebelum dirujuk ke fasilitas yang lebih tinggi.

“Pustu adalah titik awal layanan kesehatan bagi masyarakat. Jika di level ini sudah berjalan dengan baik, banyak kasus bisa ditangani lebih cepat tanpa harus dirujuk ke fasilitas kesehatan lanjutan,” ujarnya.

Rapat koordinasi tersebut menjadi forum perdana yang secara khusus mempertemukan seluruh tenaga Pustu di Kabupaten Malinau untuk menyamakan persepsi dalam pelaksanaan layanan kesehatan dasar di lapangan.

Sejumlah agenda dibahas dalam forum itu, mulai dari transformasi layanan kesehatan primer, peningkatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan, penguatan koordinasi antara Pustu dan Dinas Kesehatan, hingga implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) serta tata kelola obat dan pelayanan kesehatan.

Selain itu, tantangan geografis Kabupaten Malinau yang luas dan sebagian wilayahnya sulit dijangkau turut menjadi perhatian dalam pembahasan. Kondisi tersebut dinilai menuntut peningkatan kompetensi tenaga kesehatan secara berkelanjutan serta penguatan koordinasi lintas sektor.

Ernes menyebutkan, tenaga kesehatan di lapangan menghadapi kondisi kerja yang tidak mudah, terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan, sehingga perlu dukungan pembinaan dan peningkatan kapasitas secara terus-menerus.

“Petugas kesehatan kita di lapangan menghadapi tantangan yang cukup berat, sehingga peningkatan kemampuan, pembinaan, dan koordinasi harus terus dilakukan secara berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang koordinasi teknis, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas layanan sekaligus memperkuat motivasi tenaga kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat hingga pelosok wilayah.

“Harapannya, melalui kegiatan ini ada peningkatan kualitas layanan sekaligus penguatan semangat para tenaga kesehatan dalam melayani masyarakat sampai ke wilayah terpencil,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *