TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) setelah realisasi penerimaan pada triwulan II 2026 masih berada di bawah target yang ditetapkan. Salah satu langkah yang ditempuh adalah mengintensifkan operasi gabungan Pemeriksaan Pajak Kendaraan Bermotor (P2KB).
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kaltara, Tomy Labo, mengatakan realisasi PAD hingga triwulan II baru mencapai 38 persen, sementara target yang ditetapkan sebesar 40 persen dari total target tahunan Rp1,026 triliun. Dengan capaian tersebut, terdapat deviasi sekitar 2 persen.
“Kami menargetkan operasi gabungan ini dapat dilaksanakan minimal satu kali setiap pekan. Saat ini realisasi PAD masih berada di angka 38 persen, sedangkan target triwulan II sebesar 40 persen, sehingga masih terdapat deviasi sekitar 2 persen,” ujar Tomy saat ditemui di Tanjung Selor, Kamis (4/6/26).
Ia menjelaskan, Bapenda telah menginstruksikan seluruh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) untuk rutin melaksanakan operasi gabungan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar pajak kendaraan bermotor.
Menurut Tomy, kegiatan tersebut tidak hanya bertujuan melakukan pemeriksaan, tetapi juga mengingatkan wajib pajak apabila masa pembayaran pajak kendaraannya telah jatuh tempo.
“Melalui operasi gabungan ini kami ingin mengingatkan masyarakat yang belum memenuhi kewajiban pembayaran pajak kendaraan agar segera melakukan pelunasan sesuai ketentuan,” katanya.
Selain memeriksa kepatuhan pembayaran pajak kendaraan bermotor, operasi gabungan juga mencakup pemeriksaan dokumen kendaraan seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Pemeriksaan terhadap kelengkapan dokumen tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas).
Tomy mengakui tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan di Kalimantan Utara masih belum mengalami peningkatan yang signifikan. Hal itu tercermin dari capaian PAD yang hingga kini masih berada di bawah target triwulan.
Karena itu, Bapenda akan terus mengoptimalkan pendekatan persuasif melalui kegiatan operasi gabungan.
“Fungsi utama P2KB bukan semata-mata melakukan pemeriksaan, tetapi juga memberikan edukasi, memotivasi masyarakat, serta mendorong meningkatnya kepatuhan wajib pajak,” pungkasnya.

