MAHAKAM ULU, diskresi.co – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menyalurkan sekitar 62 ton beras untuk membantu masyarakat di wilayah pedalaman Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) yang terdampak kemarau panjang dan surutnya Sungai Mahakam.
Bantuan melalui Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) tersebut disalurkan dalam dua tahap, dengan sasaran utama masyarakat di Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat di Kampung Long Lunuk, Kecamatan Long Pahangai, Jumat (11/9/26).
Menurutnya, kondisi geografis dan jauhnya jarak menuju wilayah hulu tidak boleh menjadi penghalang bagi pemerintah agar memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Sejauh apa pun wilayahnya, pemerintah tetap harus hadir. Mahakam Ulu merupakan bagian penting dari Kalimantan Timur dan masyarakat di kawasan hulu tidak boleh tertinggal dalam proses pembangunan,” ungkapnya.
Pada tahap pertama, Pemprov Kaltim telah mengirim sekitar 9,7 ton beras dengan prioritas penyaluran ke Long Pahangai dan Long Apari.
Jumlah bantuan kemudian ditingkatkan pada tahap kedua menjadi 52.425 kilogram atau sekitar 52,425 ton beras CPPD.
Dari jumlah tersebut, Kecamatan Long Pahangai memperoleh 29.075 kilogram atau 29,075 ton yang dikemas menjadi 5.815 paket beras masing-masing lima kilogram.
Sementara Kecamatan Long Apari mendapatkan 23.350 kilogram atau 23,35 ton, setara dengan 4.670 paket beras.
Jika digabungkan dengan penyaluran tahap pertama, total bantuan beras yang dikirim Pemprov Kaltim ke dua wilayah tersebut mencapai sekitar 62 ton.
Bantuan pangan menjadi penting menyusul surutnya Sungai Mahakam akibat kemarau panjang. Kondisi tersebut berdampak terhadap mobilitas dan distribusi kebutuhan pokok karena jalur sungai selama ini menjadi salah satu akses utama masyarakat pedalaman Mahulu.
Dirinya mengatakan, penurunan debit air tidak hanya membuat perjalanan semakin sulit, tetapi juga berpengaruh terhadap waktu tempuh dan biaya pengangkutan barang menuju kawasan hulu.
“Ketika debit sungai turun, dampaknya terasa ke berbagai sektor. Distribusi kebutuhan pokok menjadi lebih sulit, waktunya lebih panjang, dan biaya angkut ikut meningkat,” ujarnya.
Karena itu, ia menilai penanganan persoalan di Mahulu tidak dapat hanya mengandalkan bantuan pangan. Pemerintah juga perlu mempercepat pembangunan infrastruktur dan meningkatkan konektivitas antarkawasan.
Peningkatan akses darat diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap transportasi sungai sekaligus menekan tingginya biaya distribusi menuju daerah pedalaman.
“Pembangunan jalan harus terus didorong agar konektivitas antarkampung semakin terbuka. Kalau akses semakin baik, mobilitas masyarakat maupun distribusi barang tentu akan lebih mudah dan biayanya bisa ditekan,” katanya.
Setelah menyerahkan bantuan kepada masyarakat Long Pahangai, Seno Aji melanjutkan perjalanan menuju Kampung Tiong Ohang di Kecamatan Long Apari.
Ia menegaskan, jauhnya suatu wilayah dari pusat pemerintahan justru harus menjadi alasan untuk memberikan perhatian lebih besar kepada masyarakat.
“Jarak tidak boleh membuat perhatian pemerintah ikut menjauh. Semakin jauh wilayahnya, perhatian yang diberikan justru harus semakin kuat,” tegasnya. (yud)











