SENDAWAR, diskresi.co – Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang memengaruhi kualitas udara mendorong PT Pamapersada Nusantara (PAMA), kontraktor PT Bharinto Ekatama (BEK), mengambil langkah untuk membantu melindungi kesehatan masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Salah satunya dilakukan melalui pembagian masker kepada pelajar dan tenaga pendidik di sejumlah sekolah di Kecamatan Damai, Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur, Senin (14/9/26).
Pembagian masker menyasar SDN 12 Damai dengan penerima sebanyak 28 siswa dan delapan guru. Kemudian SDN 14 Damai sebanyak 102 siswa dan 13 guru, serta SMP Negeri 3 Besiq yang terdiri dari 60 siswa dan 13 guru.
Tak hanya di Kutai Barat, PAMA dan BEK juga berkolaborasi dengan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Barito Utara untuk membagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan di kawasan Muara Teweh, Kalimantan Tengah.
Section Head PAMA, Ishak Pardede, didampingi CSR Officer Vico Randika mengatakan, sebanyak 2.500 masker disiapkan dalam kegiatan tersebut.
“Secara keseluruhan ada 2.500 masker yang kami bagikan kepada masyarakat dan pelajar,” kata Ishak.
Menurutnya, pembagian masker merupakan langkah preventif agar membantu mengurangi risiko paparan asap dan partikulat akibat karhutla, terutama terhadap anak-anak yang dinilai membutuhkan perhatian lebih ketika kualitas udara memburuk.
Selain membagikan masker, pihak perusahaan juga memberikan edukasi kepada pelajar mengenai pentingnya menjaga kesehatan di tengah kondisi udara yang tidak sehat. Siswa diimbau menggunakan masker ketika berada di luar ruangan, menjaga kebersihan diri, serta membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara memburuk.
“Kami juga mengajak sekolah dan para siswa untuk menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Menjaga lingkungan juga menjadi bagian penting agar risiko kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penanganan dampak karhutla tidak dapat hanya mengandalkan satu pihak. Keterlibatan pemerintah, perusahaan, sekolah hingga masyarakat diperlukan, baik dalam pencegahan kebakaran maupun perlindungan kesehatan masyarakat.
Sementara itu, Kepala SDN 14 Damai, Abdiman, mengapresiasi pembagian masker tersebut. Menurutnya, bantuan itu dibutuhkan pelajar di tengah kondisi udara yang terdampak asap kebakaran hutan dan lahan.
“Program pembagian masker ini sangat bermanfaat bagi anak-anak, terlebih pada musim kebakaran hutan seperti sekarang. Kondisi udara sudah tercemar dan risiko gangguan kesehatan juga meningkat,” katanya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat memberikan perlindungan sekaligus meningkatkan kesadaran pelajar untuk menjaga kesehatan selama kualitas udara belum membaik.
Melalui kegiatan tersebut, PAMA dan BEK berharap upaya penanganan dampak karhutla dapat dilakukan secara bersama-sama. Selain melindungi kesehatan masyarakat, keterlibatan berbagai pihak dinilai penting agar meningkatkan kesadaran terhadap pencegahan kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.(jls)





















