KUTIM, diskresi.co – Penurunan debit air selama musim kemarau membuat petani padi sawah di Kecamatan Rantau Pulung, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), harus mempertimbangkan waktu tanam. Pasalnya, berkurangnya pasokan air berdampak langsung pada pengairan sawah, terutama di wilayah yang masih mengandalkan hujan.
Camat Rantau Pulung, Vita Nurhasanah, mengatakan kondisi tersebut menjadi tantangan bagi petani yang hendak memulai penanaman. Ketersediaan air perlu diperhitungkan agar tanaman padi dapat tumbuh dengan baik.
“Kalau khusus untuk yang padi sawah, tentunya karena debit airnya juga berkurang, secara otomatis untuk pengairan sawah juga berkurang,” ujar Vita, Sabtu (17/10/26).
Meski pasokan air berkurang, sebagian petani masih berhasil menyelesaikan panen dengan hasil yang baik. Vita menyebut petani di SP 6 telah melakukan panen beberapa waktu sebelum wawancara berlangsung.
“Beberapa waktu kemarin itu petani kami yang ada di SP 6 juga sudah melakukan pemanenan. Hasil panennya alhamdulillah bagus,” katanya.
Namun, kondisi tersebut tidak terjadi secara merata di seluruh wilayah Rantau Pulung. Di sejumlah lokasi lain, keterbatasan air membuat petani harus mempertimbangkan kembali rencana penanaman karena belum memiliki pasokan air yang cukup untuk mengairi sawah.
“Kalau untuk di tempat yang lain, sepertinya saat ini untuk melakukan penanaman itu mereka akan berpikir kembali karena kondisi airnya masih sangat terbatas,” jelas Vita.
Menurutnya, petani yang masih mengandalkan curah hujan perlu menyesuaikan waktu tanam dengan kondisi air di lapangan. Jika pasokan air belum mencukupi, penanaman menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar proses pertanian tidak terkendala di tengah jalan.
Vita menjelaskan, wilayah Kecamatan Rantau Pulung memang didominasi perkebunan kelapa sawit. Karena itu, kegiatan pertanian padi sawah hanya terdapat di wilayah tertentu sehingga kondisi yang dihadapi petani dapat berbeda-beda.
Di tengah musim kemarau, ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kelanjutan kegiatan tanam padi sawah.
“Petani perlu memperhatikan kondisi pengairan sebelum mulai menanam agar kegiatan pertanian dapat berjalan sesuai dengan kemampuan pasokan air di lahan masing-masing,” terangnya.(adv/diskominfo/ar)











