SENDAWAR, diskresi.co – Besaran dana pemusatan latihan atau training center (TC) untuk atlet Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengalami penyesuaian menjelang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur di Kabupaten Paser, November 2026.
Jika pada tahap pertama setiap atlet memperoleh alokasi dana TC sebesar Rp1,6 juta, pada tahap kedua jumlahnya turun menjadi Rp1,255 juta per atlet.
Ketua KONI Kutai Barat, Alsiyus, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut terjadi karena jumlah cabang olahraga yang berhasil lolos untuk mengikuti Porprov bertambah.
Kondisi tersebut membuat anggaran yang tersedia harus dibagi untuk mengakomodasi kebutuhan atlet dari cabang olahraga yang akan diberangkatkan.
“Pada tahap satu kemarin dana untuk atlet yang melaksanakan TC sebesar Rp1.600 ribu per atlet, dan untuk tahap dua ini ada penurunan menjadi Rp1.255 ribu per atlet,” kata Alsiyus saat ditemui di kantornya, Rabu (21/10/26).
Menurutnya, bertambahnya jumlah cabang olahraga yang lolos menjadi salah satu alasan dilakukan penyesuaian anggaran tersebut.
Meski dana TC tahap kedua mengalami penurunan, KONI berharap kondisi itu tidak mengurangi semangat atlet untuk menjalani latihan menjelang pertandingan.
Alsiyus menegaskan bahwa program pemusatan latihan harus tetap dilaksanakan secara maksimal, terlebih alokasi dana TC telah disalurkan kepada cabang olahraga.
Ia meminta para pelatih dan pengurus cabang olahraga memanfaatkan sisa waktu persiapan untuk memperbaiki kekurangan atlet, baik dari sisi fisik, teknik, maupun kesiapan menghadapi pertandingan.
Selain persoalan dana TC, KONI juga masih melakukan penghitungan terhadap besaran uang saku yang akan diterima atlet selama mengikuti Porprov.
Alsiyus menyebutkan, nominal uang saku tersebut belum dapat diumumkan karena masih dalam proses perhitungan.
Rencananya, informasi mengenai besaran uang saku atlet akan disampaikan secara resmi pada agenda pelepasan kontingen yang dijadwalkan berlangsung 29 Oktober 2026.
Sementara itu, terkait pengadaan training pack atau perlengkapan kontingen, Alsiyus menegaskan bahwa hal tersebut menjadi kewenangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), bukan KONI Kutai Barat.
Karena itu, pihaknya tidak mencampuri proses pengadaan perlengkapan yang menjadi tanggung jawab instansi tersebut.
Di sisi lain, KONI tetap menaruh harapan besar terhadap pencapaian atlet Kutai Barat pada Porprov tahun ini.
Dengan persiapan yang telah mencapai sekitar 85 persen, sebanyak 687 atlet dari 50 cabang olahraga diproyeksikan ambil bagian dalam kompetisi tersebut.
Alsiyus berharap para atlet dapat tampil maksimal dan mampu meningkatkan perolehan medali emas bagi Kutai Barat.
Ia menekankan pentingnya kedisiplinan latihan dan kesiapan mental bertanding agar seluruh atlet mampu bersaing dengan kontingen daerah lain.
Bagi KONI Kutai Barat, hasil pertandingan di Paser nantinya diharapkan menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan olahraga daerah sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi pada kejuaraan berikutnya. (arf)











