KUTIM, diskresi.co – Pemanfaatan teknologi untuk menghitung volume dan mengenali jenis kendaraan menjadi salah satu pengembangan yang tengah dibahas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Rencana tersebut mencakup penggunaan kamera pengawas atau CCTV untuk mendukung pemantauan lalu lintas, termasuk di kawasan terminal.
Kepala Dishub Kutim, Poniso Suryo Renggono, melalui Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan, Mega Pujiyanti, menjelaskan bahwa pembahasan tersebut masih berlangsung pada tahap awal. Teknologi yang dikaji diharapkan dapat membantu penyediaan data kendaraan secara lebih terukur sebagai bahan evaluasi kondisi lalu lintas.
Menurut Mega, pengembangan sistem CCTV tidak hanya ditujukan untuk melihat situasi jalan secara visual. Perangkat dengan kemampuan tertentu juga dapat digunakan untuk menghitung kendaraan berdasarkan kategorinya, seperti sepeda motor, mobil, dan truk.
“Misalnya dengan CCTV, motor berapa, truk berapa, mobil berapa, itu bisa dihitung. Itu yang sedang kita bicarakan untuk pengembangan teknologi di terminal,” kata Mega, Jumat (16/10/26).
Selain membahas pemanfaatan kamera pengawas, Dishub Kutim juga melakukan penghitungan Lalu Lintas Harian Rata-rata (LHR). Penghitungan ini diperlukan untuk mengetahui gambaran jumlah kendaraan yang melintas dalam periode tertentu, sehingga kondisi kepadatan lalu lintas dapat dianalisis berdasarkan data.
“Kita juga sedang menghitung LHR, lalu lintas harian rata-rata, untuk mengetahui kepadatan lalu lintas,” ujarnya.
Data LHR dapat memberikan gambaran mengenai intensitas pergerakan kendaraan sekaligus komposisi jenis kendaraan pada suatu ruas atau kawasan. Informasi tersebut dapat menjadi bahan pendukung dalam mengevaluasi kebutuhan pengelolaan transportasi.
Meski demikian, penerapan teknologi penghitung kendaraan di Kutim masih dalam pembahasan. Dishub belum menyampaikan kepastian mengenai jadwal penerapan maupun jumlah perangkat yang akan digunakan.
Melalui kajian tersebut, Dishub Kutim berupaya menyiapkan pengelolaan lalu lintas yang lebih berbasis data.
“Hasil pemantauan dan penghitungan kendaraan diharapkan dapat mendukung perencanaan transportasi serta membantu pemerintah memahami pola pergerakan kendaraan di daerah,” tandasnya.(adv/diskominfo/ar)











