KUTIM, diskresi co – Momentum usia Kabupaten Kutai Timur (Kutim) yang akan memasuki tahun ke-28 turut menjadi inspirasi dalam rencana penyelenggaraan half marathon tahun depan. Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menawarkan agar jarak lomba dibuat 28 kilometer.
Usulan tersebut berbeda dari rencana awal yang menggunakan jarak 21 kilometer. Menurut Ardiansyah, angka 28 dipertimbangkan agar memiliki keterkaitan dengan usia Kutai Timur pada tahun depan.
“Disesuaikan dengan usia Kutai Timur tahun depan,” ujar Ardiansyah, Minggu (27/9/26).
Ia menyampaikan gagasan tersebut kepada panitia sebagai pilihan untuk dibahas. Karena itu, jarak 28 kilometer belum menjadi keputusan yang ditetapkan untuk pelaksanaan half marathon.
Ardiansyah mengatakan keputusan akhir tetap akan diserahkan kepada Dispora Kutim dan panitia. Pembahasan diperlukan sebelum menentukan format kegiatan yang akan dilaksanakan tahun depan.
“Untuk yang half marathon, itu sudah masuk dalam agenda tahun depan dengan jarak 21 kilometer. Tapi saya mencoba menawarkan kepada panitia, kalau bisa ditambah sedikit saja menjadi 28 kilometer,” katanya.
Usulan tersebut sekaligus menjadi bentuk penyesuaian konsep kegiatan dengan momentum daerah. Ardiansyah menjelaskan, secara umum marathon memiliki jarak 42 kilometer, sedangkan half marathon berada pada jarak 21 kilometer.
Namun, pelaksanaan di Kutim masih dapat memiliki konsep tersendiri apabila usulan tersebut nantinya disepakati. Untuk saat ini, pembahasan masih mencakup pilihan jarak yang akan digunakan.
Ardiansyah menegaskan bahwa keseluruhan konsep half marathon tahun depan masih dalam tahap perencanaan. Termasuk usulan 28 kilometer yang baru menjadi salah satu gagasan untuk dipertimbangkan.
“nanti kita serahkan kepada Dispora dan panitia,” tuturnya.
Dengan demikian, angka 28 kilometer belum menggantikan rencana awal 21 kilometer. Keputusan mengenai jarak lomba masih menunggu hasil pembahasan pihak penyelenggara.(Adv/Kutim/ar)











