KUTIM, diskresi co – Penguatan jaringan telekomunikasi menjadi salah satu upaya yang didorong Dinas Komunikasi, Informatika, Persandian, dan Statistik (Diskominfo Staper) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) untuk mengatasi lemahnya akses komunikasi di sejumlah desa. Pemerintah daerah telah mengusulkan penambahan menara Base Transceiver Station (BTS) ke pemerintah pusat sesuai kebutuhan wilayah.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bidang Infrastruktur TIK Diskominfo Staper Kutim, M. Ihsan Hafid, mengatakan persoalan jaringan di Kutim tidak seluruhnya disebabkan ketiadaan infrastruktur telekomunikasi. Sebagian wilayah masih terjangkau jaringan operator, tetapi kualitas sinyal dan kapasitas akses internetnya belum memadai.
“Banyak faktor yang memungkinkan wilayah itu sebenarnya bukan blank spot, melainkan lemah sinyal. Karena sudah ada provider atau menara di sekitarnya, yang diperlukan adalah penguatan kualitas sinyal,” jelas Ihsan, Selasa (20/10/26).
Menurut dia, data kementerian yang pernah diterima Diskominfo mencatat tiga titik blank spot di Kutim. Namun, data tersebut berbeda dengan data Kementerian Dalam Negeri sehingga perlu dicermati untuk memastikan kondisi jaringan berdasarkan situasi di lapangan.
Selain wilayah tanpa sinyal, persoalan yang perlu ditangani ialah keterbatasan kapasitas BTS. Kondisi ini membuat masyarakat tetap mengalami kesulitan mengakses internet meskipun indikator sinyal pada telepon seluler menunjukkan penerimaan yang kuat.
Long Mesangat menjadi salah satu wilayah yang menghadapi persoalan tersebut. Keberadaan menara operator belum sepenuhnya menjamin layanan internet berjalan optimal sehingga peningkatan kapasitas jaringan masih diperlukan.
Diskominfo Staper Kutim telah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) melalui pengajuan penambahan BTS berdasarkan aspirasi pemerintah desa.
“Desa-desa yang sinyalnya lemah atau blank spot sudah kami upayakan untuk bermohon kepada kementerian agar bisa menambah BTS di wilayah desa sesuai permohonan. Semoga direspons dengan baik dan bisa cepat dibangun BTS-nya,” terangnya.
Upaya ini diharapkan dapat memperluas pemerataan layanan telekomunikasi dan meningkatkan kualitas akses internet masyarakat, terutama di wilayah perdesaan yang masih mengalami kendala jaringan. (adv/Diskominfo/ar)











