SENDAWAR, diskresi.co – Pemerintah Kabupaten Kutai Barat (Kubar) resmi melepas sebanyak 957 personel untuk mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur (Kaltim) VIII Tahun 2026 yang digelar di Kabupaten Paser.
Pelepasan kontingen berlangsung di Alun-alun Itho, Sendawar, Kamis (29/10/26) pagi. Jumlah personel yang diberangkatkan kali ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah keikutsertaan Kutai Barat dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Kontingen Kutai Barat terdiri dari 668 atlet, 241 ofisial, dan 48 panitia kontingen. Ratusan atlet tersebut dijadwalkan mengikuti pertandingan pada 50 cabang olahraga (cabor) sepanjang November 2026.
Bupati Kutai Barat Frederick Edwin, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Sekretaris Daerah (Sekda) Erick Victory, menyampaikan bahwa keikutsertaan para atlet bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga membawa tanggung jawab menjaga kehormatan daerah.
Menurutnya, Porprov menjadi kesempatan bagi atlet untuk menunjukkan hasil pembinaan dan kemampuan terbaik sekaligus memperkuat hubungan antardaerah melalui olahraga.
“Sebanyak 957 personel yang tergabung dalam kontingen Kutai Barat diharapkan mampu memberikan penampilan terbaik dan mengukir prestasi membanggakan. Porprov bukan hanya tentang perebutan medali, tetapi juga menjadi sarana mempererat persaudaraan, meningkatkan kekompakan, serta mendorong kemajuan pembinaan olahraga,” ujar Erick saat membacakan sambutan Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan empat pesan penting yang harus menjadi perhatian seluruh anggota kontingen selama mengikuti pertandingan.
Pesan tersebut meliputi kewajiban menjaga nama baik daerah melalui sikap dan perilaku, menjunjung tinggi kejujuran serta sportivitas, menjaga kondisi kesehatan dan solidaritas tim, serta memastikan pelatih dan ofisial memberikan pendampingan maksimal kepada atlet.
Ia berharap semangat kebersamaan sesuai tema “Kompak Bersinergi Gemilang Meraih Prestasi” dapat menjadi motivasi bagi seluruh kontingen dalam menghadapi persaingan.
“Selamat bertanding kepada seluruh atlet Kutai Barat. Tetap semangat, jaga sportivitas, dan berikan kemampuan terbaik untuk membawa pulang prestasi yang membanggakan bagi daerah,” pesannya.
Sementara itu, Ketua Harian Kontingen Porprov Kutai Barat, Arkadius Elly, menjelaskan bahwa pertandingan akan berlangsung hampir sepanjang November 2026.
Cabang sepatu roda dijadwalkan menjadi pertandingan pembuka pada 2 November, sedangkan tarung derajat menjadi cabang terakhir yang dipertandingkan pada 27 November 2026.
Menurut Arkadius, meskipun Kabupaten Paser menjadi tuan rumah utama, tidak seluruh pertandingan dilaksanakan di wilayah tersebut.
Sebanyak 11 cabang olahraga dijadwalkan berlangsung di luar Paser, yakni di Samarinda, Balikpapan, dan Berau.
“Keikutsertaan tahun ini mencatatkan sejarah baru karena menjadi kontingen terbesar yang pernah dikirim Kutai Barat ke Porprov. Sebanyak 668 atlet akan bertanding di 50 cabang olahraga dengan dukungan para ofisial, manajer tim, dan panitia kontingen,” jelasnya.
Arkadius mengakui persiapan menuju Porprov tidak sepenuhnya berjalan tanpa hambatan. Sejumlah kendala teknis, keterbatasan fasilitas, hingga persoalan logistik sempat menjadi tantangan dalam mempersiapkan keberangkatan atlet.
Meski demikian, ia meminta seluruh anggota kontingen tetap fokus pada pertandingan dan tidak menjadikan keterbatasan tersebut sebagai alasan untuk menurunkan semangat berkompetisi.
“Kita menyadari masih ada kekurangan dan keterbatasan dalam persiapan. Namun, kondisi itu jangan sampai mengurangi semangat atlet untuk meraih hasil maksimal. Yang terpenting, tetap menjaga nama baik Kutai Barat, baik ketika bertanding maupun selama berada di luar arena pertandingan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kutai Barat, Alsiyus, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah terhadap pembinaan dan persiapan atlet menghadapi Porprov 2026.
Ia menjelaskan, dukungan anggaran olahraga telah diberikan secara bertahap, mulai dari Rp5 miliar pada 2025 untuk mengikuti babak kualifikasi hingga Rp5,1 miliar melalui APBD murni 2026 yang digunakan untuk pemusatan latihan atau *training center* (TC) seluruh cabang olahraga.
Selain itu, pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp6 miliar untuk kebutuhan operasional keberangkatan kontingen menuju lokasi pertandingan.
Tidak hanya membiayai persiapan dan keberangkatan, Pemkab Kutai Barat turut menyiapkan anggaran bonus atlet sebesar Rp10 miliar sebagai bentuk penghargaan bagi atlet yang berhasil meraih medali.
Alsiyus menyebutkan, besaran bonus yang disampaikan untuk peraih medali emas mencapai Rp50 juta, perak Rp20 juta, dan perunggu Rp30 juta.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan pemerintah daerah terhadap kemajuan olahraga Kutai Barat. Bahkan, tahun ini telah disiapkan anggaran bonus atlet mencapai Rp10 miliar. Harapannya, dukungan tersebut semakin memotivasi para atlet untuk berjuang meraih medali dan mengharumkan nama daerah,” ungkap Alsiyus.
Ia juga berharap alokasi dana operasional keberangkatan sebesar Rp6 miliar dapat segera dicairkan sebelum pembukaan Porprov agar seluruh kebutuhan kontingen dapat terpenuhi dengan baik.
Dengan jumlah atlet yang mencapai 668 orang dan mengikuti 50 cabang olahraga, Kutai Barat berharap dapat memaksimalkan peluang meraih medali sekaligus meningkatkan prestasi daerah pada Porprov Kaltim VIII 2026. (arf)











