KUTIM, diskresi.co – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur meningkatkan kompetensi digital, termasuk kemampuan memanfaatkan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), untuk mendukung efektivitas kerja dan pelayanan kepada masyarakat.
Ardiansyah mengatakan, perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi telah mengubah pola kerja pemerintahan. ASN pun dituntut mampu beradaptasi agar kemajuan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempercepat proses kerja sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kita harus terus belajar dan meningkatkan kompetensi agar teknologi dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pekerjaan, meningkatkan akurasi, menyederhanakan proses, dan memperluas akses masyarakat terhadap pelayanan pemerintah,” ujar Ardiansyah, Jumat (9/10/2026).
Menurutnya, kemampuan mengikuti perkembangan teknologi perlu diiringi kemauan untuk terus belajar. Dengan begitu, pemanfaatan teknologi tidak sekadar mengikuti tren, tetapi benar-benar membantu aparatur menjalankan tugas secara lebih efektif dan profesional.
Meski demikian, Ardiansyah mengingatkan bahwa penggunaan teknologi tetap harus berada dalam koridor tanggung jawab dan integritas. Kemajuan digital tidak boleh menghilangkan prinsip dasar yang menjadi pegangan ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan.
“Namun apa pun teknologi yang digunakan, ada hal yang tidak boleh berubah, yaitu integritas dan tanggung jawab dalam melaksanakan amanah,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan netralitas ASN, serta meminta aparatur tetap mengutamakan kepentingan masyarakat dan negara di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.
Bagi Ardiansyah, teknologi merupakan sarana untuk memperkuat kinerja birokrasi, bukan alasan untuk mengesampingkan nilai-nilai dasar pelayanan publik. Karena itu, peningkatan kemampuan digital harus berjalan beriringan dengan komitmen memberikan pelayanan yang bertanggung jawab.
“Zaman boleh berubah, teknologi boleh berkembang, tetapi komitmen untuk melayani masyarakat dengan integritas harus tetap menjadi fondasi,” ujarnya.
Ia berharap peningkatan kompetensi ASN dalam menghadapi perkembangan teknologi dapat mendukung birokrasi Kutai Timur yang lebih efektif, sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang mudah diakses dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.(adv/diskominfo/ar)











