BALI, diskresi.co – Setelah tujuh tahun absen, ajang kontes modifikasi CustoMAXI kembali menyapa para pecinta otomotif di Pulau Dewata. Kompetisi yang digelar Yamaha di Lippo Mall Kuta, Bali, Sabtu (10/10/26), menjadi wadah bagi para modifikator untuk memamerkan kreativitas dan inovasi pada jajaran skutik MAXI Yamaha.
Bali menjadi kota keempat dalam rangkaian CustoMAXI 2026 setelah sebelumnya berlangsung di Semarang, Bandung, dan Makassar. Kembalinya kompetisi yang terakhir digelar di Bali pada 2019 tersebut mendapat sambutan antusias dari komunitas dan pelaku modifikasi setempat.
Beragam karya ditampilkan para peserta, mulai dari modifikasi bergaya premium hingga pengembangan fitur kendaraan menggunakan teknologi modern.
Chief Yamaha Area Bali, Hendra Wijaya, mengatakan Bali memiliki ekosistem modifikasi otomotif yang berkembang, didukung keberadaan komunitas, bengkel custom, serta berbagai merek otomotif lokal.
Menurutnya, karakter masyarakat Bali yang dekat dengan budaya otomotif menjadikan daerah tersebut sebagai salah satu lokasi potensial penyelenggaraan CustoMAXI.
“Kembalinya CustoMAXI setelah tujuh tahun tentu menjadi momen istimewa bagi para pegiat modifikasi di Bali. Apalagi, MAXI Yamaha cukup diminati karena desain serta fitur premiumnya,” ujar Hendra.
Ia menjelaskan, status MAXI Yamaha sebagai model global turut memberikan daya tarik tersendiri, baik bagi masyarakat setempat maupun wisatawan yang berkunjung ke Bali.
Selain itu, tren modifikasi telah berkembang menjadi bagian dari gaya hidup para penggemar sepeda motor di Pulau Dewata.
“Bali memiliki banyak bengkel custom dan pelaku industri otomotif kreatif. Karena itu, CustoMAXI menjadi ruang yang tepat untuk mempertemukan penggemar MAXI Yamaha dengan para modifikator yang memiliki beragam ide inovatif,” jelasnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Yamaha XMAX menjadi salah satu model yang paling banyak menarik perhatian. Skutik flagship dari keluarga MAXI Yamaha tersebut mendominasi jumlah peserta pada tiga kategori kompetisi, yakni Street MAXI, Super MAXI, dan Master MAXI.
Sebagian peserta mengusung konsep Indo-Proper, dengan mengutamakan keselarasan desain, ketelitian pengerjaan, serta penggunaan berbagai komponen premium.
Untuk menghasilkan tampilan sesuai konsep yang diinginkan, sejumlah modifikator bahkan mengeluarkan biaya mulai dari puluhan hingga ratusan juta rupiah.
Namun, kreativitas peserta tidak hanya terlihat dari perubahan tampilan kendaraan. Sejumlah karya juga menghadirkan pengembangan teknologi untuk mempermudah pengoperasian berbagai fitur sepeda motor.
Salah satu modifikasi yang menjadi perhatian adalah Yamaha XMAX milik Putu Mona Prabawa Putra yang dikerjakan bersama Revaldi Motoshop Bali.
Motor tersebut dibekali teknologi perintah suara atau voice command yang terhubung dengan smartwatch.
Melalui perangkat yang dikenakan di pergelangan tangan, pemilik kendaraan dapat memberikan instruksi untuk menyalakan mesin, mengaktifkan lampu, hingga membunyikan klakson.
Tidak berhenti di situ, XMAX tersebut juga dilengkapi sistem air suspension untuk mengatur ketinggian kendaraan.
Sejumlah komponen lainnya menggunakan mekanisme motorized atau penggerak elektrik, termasuk untuk membuka jok dan mengatur posisi windshield.
Kombinasi teknologi tersebut memungkinkan pemilik motor menjalankan berbagai fungsi kendaraan melalui perintah suara tanpa harus mengoperasikannya secara manual.
Kreativitas peserta lainnya terlihat pada Yamaha XMAX yang mengusung konsep karakter Joker.
Motor ini tampil dengan perubahan bodywork yang memberikan kesan lebih kekar dan agresif.
Selain menggunakan air suspension, sejumlah komponen motor juga dilengkapi sistem motorized yang pengoperasiannya dapat dikendalikan melalui stik PlayStation.
Keunikan lainnya terdapat pada sistem akses kendaraan. Modifikator menerapkan teknologi pembaca sidik jari atau fingerprint serta identifikasi menggunakan KTP elektronik milik pemilik kendaraan.
Penerapan teknologi tersebut menjadi salah satu bentuk inovasi dalam personalisasi sistem akses sepeda motor.
Di tengah dominasi penggunaan komponen premium dan teknologi modern, sejumlah peserta tetap mempertahankan unsur budaya lokal dalam karya modifikasinya.
Pada kategori Super MAXI dan Street MAXI, beberapa motor XMAX maupun NMAX tampil dengan sentuhan airbrush yang mengangkat berbagai elemen budaya Bali.
Perpaduan desain modern dan identitas budaya daerah tersebut memberikan karakter tersendiri pada kendaraan yang dipamerkan.
Salah seorang peserta, Putu Mona Prabawa Putra, mengapresiasi kembalinya CustoMAXI ke Bali setelah terakhir diselenggarakan tujuh tahun lalu.
Menurutnya, kompetisi ini menjadi salah satu ajang yang paling dinantikan para modifikator karena memberikan kesempatan untuk menunjukkan hasil karya sekaligus bertukar inspirasi dengan sesama pegiat otomotif.
“Bagi saya, CustoMAXI 2026 merupakan salah satu kontes yang memang ditunggu para modifikator di Bali. Dari sisi penyelenggaraan, ajang ini juga termasuk yang paling baik dibandingkan beberapa kompetisi modifikasi yang pernah saya ikuti,” ungkap Putu Mona.
Ia berharap Yamaha dapat menjadikan Bali sebagai salah satu lokasi penyelenggaraan rutin CustoMAXI setiap tahun.
Dengan penyelenggaraan yang berkelanjutan, para peserta dinilai akan memiliki kesempatan lebih besar untuk mempersiapkan konsep modifikasi secara maksimal.
“Harapan saya, kompetisi seperti ini bisa rutin dilaksanakan setiap tahun di Bali. Dengan begitu, kami punya waktu dan persiapan lebih matang untuk menghadirkan karya modifikasi yang lebih maksimal,” tambahnya.
Setelah menyelesaikan rangkaian kompetisi di Bali, CustoMAXI 2026 dijadwalkan berlanjut ke Pekanbaru, Riau, sebagai kota terakhir dalam seri regional.
Selanjutnya, para finalis dari lima kota, yakni Semarang, Bandung, Makassar, Bali, dan Pekanbaru, akan dipertemukan pada babak Grand Final di Jakarta.
Babak puncak tersebut akan menjadi ajang penentuan karya modifikasi terbaik dari seluruh rangkaian CustoMAXI 2026. (*/yud)











