KUTIM, diskresi.co – Rencana pengoperasian bus perintis di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) memasuki tahap pematangan rute. Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim menyiapkan pemetaan lintasan untuk memastikan jalur yang digunakan nantinya aman bagi angkutan penumpang.
Pemetaan diperlukan karena sebagian rute yang direncanakan bersinggungan dengan jalan hauling yang selama ini digunakan untuk aktivitas operasional. Kondisi tersebut membuat Dishub perlu mengetahui karakteristik setiap ruas sebelum bus mulai beroperasi.
Kepala Dishub Kutim, Poniso Suryo Renggono, mengatakan kesiapan lintasan menjadi bagian penting dalam persiapan layanan transportasi tersebut.
Menurutnya, Dishub harus memastikan ruas yang akan dilalui bus dapat digunakan dengan mempertimbangkan kondisi jalan serta aktivitas yang berlangsung di sepanjang jalur.
“Kita perlu melihat secara langsung jalan mana yang akan dilalui, berapa panjang ruas yang digunakan, serta kondisi di lapangan. Dari situ nanti bisa kita tentukan kebutuhan pengaturannya,” kata Poniso, Rabu (23/9/26).
Rencana layanan bus perintis mencakup dua lintasan, yakni Samarinda–Muara Bengkal–Muara Ancalong dan Sangatta–Batu Ampar.
Khusus pada ruas yang menggunakan jalan operasional, aspek keselamatan menjadi perhatian karena karakter jalan hauling berbeda dengan jalan umum. Jalur tersebut pada dasarnya digunakan untuk mendukung mobilitas kendaraan dalam kegiatan perusahaan.
Karena itu, keberadaan bus penumpang membutuhkan penyesuaian pola pergerakan kendaraan. Dishub perlu memastikan penggunaan lintasan dapat berlangsung secara tertib sehingga perjalanan masyarakat tetap aman dan aktivitas kendaraan operasional tidak terganggu.
Pemetaan juga menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengetahui bagian jalan yang membutuhkan perhatian lebih lanjut. Hasil pengecekan lapangan nantinya dapat digunakan dalam menentukan teknis penggunaan lintasan sebelum layanan diterapkan.
Poniso menyebut persiapan tersebut merupakan bagian dari proses pemerintah dalam menghadirkan layanan transportasi yang dapat menjangkau masyarakat di wilayah dengan pilihan angkutan yang masih terbatas.
“Yang kita kejar bukan hanya bagaimana bus ini bisa berjalan, tetapi bagaimana masyarakat bisa mendapatkan layanan transportasi dengan kondisi perjalanan yang aman dan jalur yang sudah dipersiapkan,” ujarnya.
Dengan pematangan rute sejak tahap awal, Dishub Kutim berharap pengoperasian bus perintis nantinya memiliki lintasan yang jelas serta memenuhi kebutuhan keselamatan perjalanan.(adv/Kutim/ar)





















