KUTIM, diskresi.co – Upaya mengurangi kepadatan lalu lintas di Sangatta, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), masih menghadapi kendala penyelesaian sejumlah lokasi yang dibutuhkan untuk pembangunan jalur alternatif. Salah satu rencana yang dibahas pemerintah daerah ialah pembangunan jalan lingkar atau ring road yang direncanakan terhubung dengan Jalan Soekarno-Hatta.
Kepala Bidang Angkutan dan Lalu Lintas Angkutan Darat Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim, Abdul Muis, mengatakan keterbatasan jalur alternatif menyebabkan arus kendaraan masih terpusat di jalan utama. Kondisi ini semakin terasa ketika mobilitas masyarakat berlangsung bersamaan dengan aktivitas sekolah dan pergerakan karyawan perusahaan.
“Kalau memang masih kondisinya hanya satu jalan, tentunya tidak bisa kita apa-apakan karena kendaraan semakin banyak,” ujarnya, Selasa (13/19/26).
Menurut Abdul Muis, rencana pengembangan jalur alternatif tersebut telah beberapa kali dibahas bersama instansi terkait. Pembahasan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) serta pihak yang menangani urusan pertanahan untuk menindaklanjuti kebutuhan lokasi pembangunan.
Namun, dalam rapat forum lalu lintas, masih ditemukan sekitar satu hingga dua lokasi yang belum diselesaikan. Persoalan ini menjadi salah satu hambatan dalam melanjutkan rencana pembangunan jalur yang diharapkan dapat mengurangi beban kendaraan di ruas jalan utama Sangatta.
Ia menjelaskan, penyelesaian persoalan lokasi bukan merupakan kewenangan langsung Dishub. Karena itu, diperlukan koordinasi dengan instansi yang memiliki kewenangan di bidang pertanahan agar kendala tersebut dapat ditindaklanjuti.
Selain keterbatasan jalur, Abdul Muis menyoroti waktu-waktu tertentu ketika kepadatan lalu lintas meningkat. Pada pagi dan sore hari, kendaraan pengantar maupun penjemput pelajar kerap berpapasan dengan aktivitas antar-jemput karyawan perusahaan.
“Yang jadi persoalan pada saat macet itu ketika anak sekolah masuk dan pulang, bersamaan dengan penjemputan serta pengantaran karyawan,” tandasnya.(Adv/diskominfo/ar)











