KUTIM, diskresi.co – Sebanyak 139 desa dan 20 kelurahan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) difasilitasi website untuk memperluas penyebaran informasi pemerintahan sekaligus mempromosikan potensi lokal.
Fasilitas yang disiapkan Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim tersebut didorong menjadi sarana bagi setiap wilayah untuk memperkenalkan keunggulannya kepada masyarakat luas.
Kepala Bidang Informasi, Komunikasi Publik, dan Kehumasan (IKP) Diskominfo Staper Kutim, Aji Nazaruddin, mengatakan website tersebut dapat dimanfaatkan untuk memuat berita kegiatan desa, informasi pembangunan, hingga konten mengenai potensi wisata. Pengelolaannya diserahkan kepada masing-masing desa dan kelurahan melalui operator yang telah mendapatkan pelatihan.
“Kami ingin, pihak desa bisa membuat berita-berita tentang desa mereka, sekaligus membuat konten mengenai potensi yang ada di desa,” ujar Aji, Kamis (15/10/26).
Menurutnya, keberadaan website membuka kesempatan bagi pemerintah desa dan kelurahan untuk menyampaikan informasi secara mandiri. Selain memudahkan masyarakat mengetahui perkembangan wilayahnya, platform tersebut dapat menjadi media promosi bagi potensi yang belum banyak dikenal.
Aji mencontohkan Desa Pulau Miang yang mulai memanfaatkan konten digital untuk memperkenalkan keindahan alamnya kepada calon wisatawan. Upaya serupa diharapkan dapat dilakukan wilayah lain dengan mengangkat karakteristik dan keunggulan masing-masing.
Selain website, Diskominfo Staper Kutim juga menyediakan dukungan kanal digital berupa TikTok, YouTube, dan Instagram. Namun, pemanfaatan fasilitas tersebut membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah setempat dalam memperbarui informasi dan menghasilkan konten secara berkelanjutan.
“Kita sudah siapkan rumahnya, kamar-kamarnya, dan mereka yang mengisi di dalamnya,” katanya.
Melalui fasilitas tersebut, pemerintah desa dan kelurahan diharapkan tidak hanya menggunakan teknologi sebagai sarana informasi pemerintahan, tetapi juga mengembangkannya untuk memperkenalkan potensi ekonomi, wisata, dan keunggulan lokal Kutim kepada khalayak yang lebih luas.(adv/diskominfo/ar)











